Pengendalian Bahaya di Tempat Kerja

Image result for Pengendalian Bahaya di Tempat Kerja
A. Pengertian Pengendalian Bahaya Di Tempat Kerja
Sebelumnya kita tahu apakah itu Pengendalian bahaya, kita mesti tahu apakah itu bahaya.
Pengertian bahaya (hazard) adalah semuanya sumber, kondisi maupun kesibukan yang punya potensi menyebabkan cedera (kecelakaan kerja) dan atau penyakit akibat kerja (PAK) – pengertian berdasar pada OHSAS 18001 : 2007. Pada umumnya ada 5 (lima) aspek bahaya K3 ditempat kerja, diantaranya : aspek bahaya biologi (s), aspek bahaya kimia, aspek bahaya fisik/mekanik, aspek bahaya biomekanik dan aspek bahaya sosial-psikologis.

Pengendalian adalah satu diantara bagian dari manajemen. Pengendalian dikerjakan dengan maksud agar apa yang sudah direncanakan bisa dikerjakan dengan baik hingga bisa meraih tujuan ataupun maksud yang menginginkan diraih. Pengendalian memanglah adalah satu diantara pekerjaan dari manager. Satu hal yang perlu dipahami, kalau pengendalian dan pengawasan yaitu tidak sama karena pengawasan adalah bagian dari pengendalian. Apabila pengendalian dilakkan dengan dibarengi pelurusan (aksi korektif), maka pengawasan yaitu kontrol di lapangan yang dikerjakan pada periode tertentu dengan cara berkali-kali.
Pengendalian Bahaya Di Tempat Kerja yaitu sistem yang dikerjakan oleh lembaga atau perusahaan dalam meraih maksud supaya beberapa pekerja di lembaga atau perusahaan bisa hindari kemungkinan kesibukan yang bisa punya potensi menyebabkan cedera dan penyakit akibat kerja sebagai maksud awal dari satu perusahaan. (Minal, 2014)

B. Maksud Pengendalian
Tujaun dari pengendalian yaitu mengupayakan supaya apa yang direncanakan jadi fakta. Agar bisa betul-betul merealisasi maksud paling utama itu, maka pengawasan pada skala pertama mempunyai tujuan supaya proses pekerjaan sesuai sama instruksi yang sudah di keluarkan, dan untuk tahu sebagian kekurangan dan bebrapa kesusahan yang dihadapi dalam pelaksana gagasan berdasar pada penemuan-penemuan itu bisa dimabil aksi untuk memperbaikinya, baik pada saat itu maupun beberapa saat mendatang.

C. Pengendalian Bahaya Di Tempat Kerja (HIRARKI)
Pada aktivitas pengkajian kemungkinan (risk assesment), hirarki pengendalian (hierarchy of control) adalah satu diantara hal yang begitu di perhatikan.
Penentuan hirarki pengendalian memberi faedah dengan cara efektifitas dan efesiensi hingga kemungkinan alami penurunan dan jadi kemungkinan yang dapat di terima (acceptable risk) bagi satu organisasi. Dengan cara efektifitas, hirarki control pertama dipercaya memberi efektifitas yang lebih tinggi dibanding hirarki yang ke-2.
Hirarki pengendalian ini mempunyai dua basic pemikiran dalam turunkan kemungkinan yakni melaui turunkan probabilitas kecelakaan atau paparan dan turunkan tingkat keparahan satu kecelakaan atau paparan.
Pada ANSI Z10 : 2005, hirarki pengendalian dalam system manajemen keselamatan, kesehatan kerja diantaranya :

1. Eliminasi.
Hirarki paling atas yakni eliminasi/menyingkirkan bahaya dikerjakan ketika design, maksudnya yaitu untuk menyingkirkan peluang kekeliruan manusia dalam menggerakkan satu system karena ada kekurangan pada design. Penghapusan bahaya adalah cara yang paling efisien hingga bukan sekedar memercayakan perilaku pekerja dalam hindari kemungkinan, akan tetapi, penghilangan betul-betul pada bahaya tidak selamanya praktis dan ekonomis.
Contoh-contoh eliminasi bahaya yang bisa dikerjakan umpamanya : bahaya jatuh, bahaya ergonomi, bahaya ruangan terbatas, bahaya bising, bahaya kimia.

2. Substitusi
Cara pengendalian ini mempunyai tujuan untuk ganti bahan, sistem, operasi maupun perlengkapan dari yang beresiko jadi lebih tak beresiko. Dengan pengendalian ini turunkan bahaya dan kemungkinan minimum lewat disain system maupun design lagi. Sebagian contoh aplikasi substitusi umpamanya : System otomatisasi pada mesin untuk kurangi hubungan mesin-mesin beresiko dengan operator, memakai bahan pembersih kimia yang kurang beresiko,
kurangi kecepatan, kemampuan dan arus listrik, ganti bahan baku padat yang menyebabkan debu jadi bahan yang cair atau basah.

3. Pengendalian Teknis
Pengendalian dengan cara tehnis yaitu pengendalian yang ditunjukan pada sumber bahaya atau lingkungan, seperti :
a. Subtitusi yakni menukar beberapa bahan yang beresiko dengan beberapa bahan yang kurang atau tak beresiko sekalipun.
b. Isolasi, yakni memisahkan satu sumber bahaya dengan pekerja, umpamanya pengadaan ruangan panel, larangan masuk tempat kerja bagi yg tidak mempunyai urusan, tutup unit operasi yang beresiko.
c. Cara basah, ditujukan untuk menghimpit jumlah partikel yang mengotori hawa karena partikel debu alami berat.
d. Mengubah sistem, umpamanya pada sistem kering dirubah jadi sistem basah untuk hindari debu.
e. Ventilasi keluar setempat (lokal exhaust ventilation), yakni satu cara yang bisa mengisap beberapa bahan beresiko sebelumnya bahan beresiko itu masuk keudara ruangan kerja.

Pengendalian ini dikerjakan mempunyai tujuan untuk memisahkan bahaya dengan pekerja dan untuk menghindar terjadinya kekeliruan manusia. Pengendalian ini terpasang dalam satu unit system mesin atau perlengkapan.
Contoh-contoh implementasi cara ini contoh yaitu ada penutup mesin/machine guard, circuit breaker, interlock sistem, start-up alarm, ventilation sistem, sensor, sound enclosure.

4. System peringatan/warning system
Yaitu pengendian bahaya yang dikerjakan dengan memberi peringatan, instruksi, sinyal, label yang akan membuat orang siaga akan ada bahaya dilokasi itu. Sangat penting bagi kebanyakan orang tahu dan memerhatikan sinyal tanda peringatan yang ada dilokasi kerja hingga mereka bisa menghadapi ada bahaya yang akan memberi efek padanya. Aplikasi didunia industri untuk pengendalian jenis ini diantaranya berbentuk alarm sistem, detektor asap, sinyal peringatan (pemakaian APD khusus, jalur evakuasi, ruang listrik tegangan tinggi, dan lain-lain).

5. Pengendalian Administrasi
Pengendalian dengan cara administratif yaitu beberapa ketentuan administrasi yang mengatur pekerja untuk membatasi saat kontaknya (pemaparan) dengan aspek bahaya atau contaminant.
Kontrol administratif diperuntukkan pengandalian dari sisi orang yang akan lakukan pekerjaan, dengan dikendalikan cara kerja diinginkan orang akan mematuhi, mempunyai kekuatan dan ketrampilan cukup untuk merampungkan pekerjaan dengan cara aman.
Jenis pengendalian ini diantaranya seleksi karyawan, ada standard operasi baku (SOP), kursus, pengawasan, modifikasi perilaku, jadwal kerja, perputaran kerja, pemeliharaan, manajemen pergantian, jadwal istirahat, investigasi atau kontrol kesehatan.

6. Alat Pelindung Diri
Alat Pelindung Diri yaitu seperangkat alat yang dipakai oleh tenaga kerja membuat perlindungan semua/beberapa badannya pada peluang ada potensi bahaya/kecelakaan kerja. APD digunakan sebagai usaha paling akhir dalam usaha melindungi tenaga kerja jika usaha rekayasa (engineering) dan administratif tidak bisa dikerjakan dengan baik. Tetapi penggunaan APD tidaklah pengganti dari ke-2 usaha itu, tetapi sebagai usaha akhir.

Penentuan dan pemakaian alat pelindung diri adalah merupakan hal yang sekurang-kurangnya efisien dalam pengendalian bahaya, karena APD hanya berperan untuk kurangi seriko dari efek bahaya. Karena sifatnya hanya kurangi, butuh dijauhi ketergantungan hanya menggandalkan alat pelindung diri dalam merampungkan tiap-tiap pekerjaan.
Maksud pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) seperti : Melindungi tenaga kerja jika usaha rekayasa (engineering) dan administratif tidak bisa dikerjakan dengan baik., tingkatkan efektivitas dan produktivitas kerja, dan membuat lingkungan kerja yang aman.

Alat keselamatan ada beragam jenis dan manfaat yang bisa digolongkan seperti berikut :

a. Alat Pelindung Kepala,
Maksud Penggunaan Alat Pelindung Kepala yakni membuat perlindungan Kepala dari bahaya terbentur dengan benda tajam atau benda keras, baik yang sifatnya jatuh, melayang dan meluncur termasuk juga melindungi diri dari panas radiasi beberapa bahan kimia korosif dan menghindar rambut yang rontok dengan mesin-mesin yang berputar.

b. Alat Pelindung Muka dan Mata
Secera umum tjuan pemakaian alat pelindungan muka dan mata (face shield) yakni melindungi muka dan mata dari : Lemparan benda-benda kecil, lemparan benda-benda panas, dampak sinar, dampak radiasi tertentu. Pada umumnya pelindungan mata dan muka terdiri atas kaca mata pelindung, goggle, pelindung muka dan pelindung mata spesial yakni goggle yang menyatu dengan masker spesial membuat perlindungan matah dan muka dari radiasi dan bahaya mata laser.

c. Alat Pelindung Pernafasan
Maksud pemakaian alat pelindung yakni Memberi perlindungan pada sumber-sumber bahaya seperti : kekurangan oksigen, pencemaran oleh partikel (debu, kabut, asap dan uap logam), pencemaran oleh gas atau uap. Alat pelindung pernapasa begitu bermacam seperti masker debu, masker kimia, respirator dan breathing apparatus (BA).

d. Alat Pelindung Pendengaran
Manfaat dari alat pelindung pendengaran yakni untuk melinndungi organ pendengaran dari nada yang bising umpamanya sumbat telinga (ear plug), dan katup telinga (ear muff)
e. Alat Pelindung Tangan
Mengenai manfaat dari alat pelindung tangan yakni membuat perlindungan tangan melepuh karena gesekan. membuat perlindungan tangan dari panas, untuk kepentingan las, membuat perlindungan tangan dari benda-benda tajam seperti lembaran logam atau baja. membuat perlindungan tangan dari asam, basa, larutan dan minyak umpamanya sarung tangan kain terpal (kanvas), asbes, karet, metal.

f. Alat Pelindung Kaki
Manfaat dari alat pelindung kaki membuat perlindungan bagian telapak kaki, tumit atau betis dari benda panas, cair, kejatuhan benda, tertusuk benda tajam dan yang lain umpamanya sepatu safety karet, sepatu kulit, sepatu asbes. Membuat perlindungan dari kejatuhan benda, sepatu keselamatan dilengkapai dengan pelindung logam dibagian ujungnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s